Apakah mobil merupakan investasi? Pahami sekarang!
Membeli kendaraan, dalam banyak kasus, dapat dianggap sebagai cara untuk mendapatkan lebih banyak kenyamanan, kepraktisan, dan kelincahan. Lagipula, bisa pergi ke mana pun tanpa bergantung pada siapa pun itu luar biasa. Pernahkah Anda menganggap mobil sebagai investasi?
Kami bisa langsung bilang kalau itu bukan investasi. Banyak orang percaya itu investasi karena bisa dijual nanti dan dapat sebagian uangnya kembali, tapi kenyataannya tidak begitu.
Lagipula, apa itu investasi?
Banyak orang berpikir bahwa membeli mobil adalah cara untuk "berinvestasi" dalam kenyamanan mereka. Ternyata itu bukan konsep investasi.
Investasi adalah investasi yang mengharapkan imbal hasil. Dengan kata lain, Anda menginvestasikan sejumlah uang yang lebih kecil daripada yang akan Anda terima. Keuntungan ini bisa berasal dari bunga yang diperoleh dari investasi atau penjualan aset, misalnya.
Dalam konteks ini, konsep mobil sebagai investasi tidaklah berdasar, karena pada kenyataannya, memiliki kendaraan justru membutuhkan pengeluaran, bukan keuntungan finansial. Jika mobil digunakan untuk bekerja, seseorang dapat menghasilkan uang darinya. Namun demikian, mobil bukanlah investasi, melainkan aset untuk bisnis Anda.
Perlu dicatat juga bahwa sebuah kendaraan, segera setelah meninggalkan dealer, akan mengalami biaya yang disebut depresiasi pasar. Kerugian ini sekitar 151 hingga 201 TP3T. Ini berarti bahwa mobil yang harganya R$1.400.000 di dealer sekarang bernilai sekitar R$1.400.000 hanya karena sudah berada di jalan.
Selama masa pakai kendaraan, penyusutan hanya akan meningkat seiring dengan keausan alami kendaraan. Dengan kata lain, kendaraan yang dibeli seharga R$1.400.000 dapat dijual hingga setengah harga tersebut beberapa tahun kemudian, tergantung situasinya.
Berapa biaya untuk mobil tersebut?
Anda mungkin sudah menyadari bahwa mobil bukanlah investasi karena depresiasi yang dialaminya segera setelah meninggalkan ruang pamer, bukan? Tapi bukan itu saja! Faktanya, mengelola keuangan kendaraan membutuhkan perencanaan yang matang, karena meskipun diparkir di garasi, biaya-biaya tetap tetap ada.
Salah satu faktor terpenting adalah asuransi mobil. Meskipun memungkinkan untuk menghemat uang, tidak dapat disangkal bahwa asuransi di Brasil cenderung cukup mahal, dan kabar buruknya adalah biaya asuransi cenderung meningkat seiring dengan depresiasi mobil.
Kita tidak boleh melupakan harga bensin yang semakin mahal, seperti yang telah diumumkan oleh Conta Corrente (Rekening Giro). Biaya lainnya adalah pemeliharaan. Cara terbaik untuk berhemat adalah dengan melakukan pemeliharaan preventif, tetapi Anda tidak dapat mengabaikan potensi insiden.
Sudahkah kita membahas dokumentasi kendaraan? Setiap tahun, biaya seperti perizinan dan Pajak Kendaraan Bermotor (PPN) perlu diperhatikan oleh pengemudi. Oleh karena itu, menganggap mobil sebagai investasi tidaklah tepat.
"Jadi, beli mobil itu sepadan, ya?" Tergantung sih. Yang penting rencanakan semua pengeluaran potensial dan pertimbangkan apakah Anda bisa berhemat dengan memilih Uber atau transportasi umum. Jika kendaraan penting, jangan lupa atur keuangan Anda untuk menutupi semua pengeluaran.